Halaman
Ngetop Abizzz...
-
Triwisaksana (PKS) bertemu warga (Antara/ Nur Yahya) "Kami tidak perlu berhutang budi dengan ...
-
Para petani menyampaikan ucapan terima kasih kepada PKS yang beberapa waktu lalu telah menolak kenaikkan BBM. Karena kenaikkan BBM akan s...
-
Hidayat Nurwahid dan Didik J Rachbini siap bertarung di Pilkada DKI dengan kendaraan PKS. Pasangan ini pun menjamin dana untuk k...
-
JAKARTA - Entah apa yang menjadi alasan aparat Brimob yang tiba-tiba menyerang markas HMI Jakarta di kawasan Cilosari 17, Ci...
-
Oleh : Cahyadi Takariawan “ He tangi, tangi …. Iku bosmu sido ndaftar Gubernur Jakarta !” suara melalui handphone itu demikian keras d...
-
Jakarta Sekretaris FPKS yang juga anggota Komisi VIII DPR Abdul Hakim sepakat dengan Ketua MUI Khalil Ridwan ...
-
Jakarta Partai Demokrat (PD) menunjukkan sikap melunak kepada PKS dengan tak lagi mengusir PKS dari koalisi. Apa alasannya? "Melun...
-
Ali Mahmudi, SP (Ketua FPKS DPRD Bojonegoro) Bojonegoro - Perhelatan Pilkada Bojonegoro 2...
-
Ali Mahmudi, SP. (Ketua FPKS DPRD Bojonegoro) Pemkab Jangan Hanya Berhitung Materi Saja Praktek prostitusi termasuk salah satu penyaki...
Sabtu, 05 Mei 2012
PKS Menuding Ada Aktor Politik di Kasus DPID
Jakarta -- Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Mahfudz Siddiq mengatakan ada aktor politik yang memainkan kasus Dana Percepatan Infrastruktur Daerah. Sang aktor ingin mendeskriditkan PKS.
"Memang ada aktor-aktor politik yang mengolah kasus ini untuk mendiskreditkan PKS," kata Mahfudz kepada Metrotvnews.com, Kamis (3/5).
PKS menganggap Wa Ode cuma pion. Ada kekuatan besar yang mendorong Wa Ode berani menyeret nama Sekjen DPP PKS Anis Matta dan pimpinan Banggar lainnya, seperti Tamsil Linrung. Kebetulan Tamsil juga dari PKS.
"Saya pernah mengingatkan Wa Ode secara tidak langsung via salah seorang pimpinan fraksinya agar hati-hati bicara soal calo anggaran," cerita Mahfudz.
Namun, Wa Ode terlena dengan cap yang dialamatkan kepadanya sebagai pahlawan anggaran. Ujungnya, ya seperti sekarang, Wa Ode justru dijerat KPK.
"Sekarang ada yang mendorongnya untuk menarik-narik pihak lain yang tidak berhubungan dengan kasusnya di DPR," terang Mahfudz.(Andhini)
[Metrotvnews.com]
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar