Ngetop Abizzz...

Tampilkan postingan dengan label Ust A. Mudzoffar Jufri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ust A. Mudzoffar Jufri. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Mei 2012

HIDUP ITU MEMILIH

Oleh : Ust. Ahmad Mudzoffar Jufri

Hidup di dunia ini dengan berbagai aspeknya selalu menghadirkan pilihan-pilihan. Dan semua kita yang masih hidup harus dan pasti memilih diantara pilihan-pilihan yang tersedia. Tidak mungkin tidak. Perbedaannya mungkin hanya apakah sebuah pilihan diambil dengan penuh kesadaran, kesengajaan, pemahaman, pertimbangan, perhitungan, dan pertanggungan jawab, ataukah tidak. Bahkan termasuk sikap tidak memilih itu sendiri sebenarnya juga sebuah pilihan.

Dan kualitas diri seseorang itu ditentukan antara lain oleh sikap dan caranya dalam menentukan pilihan-pilihan dalam hidupnya, serta kemampuannya dalam mempertanggung jawabkan setiap pilihan yang diambilnya.

Rabu, 18 April 2012

SEBANDINGKAH AMAL KITA?

Oleh : Ust. Ahamad Mudzoffar Jufri

Jika membandingkan amal-amal kita dengan nikmat-nikmat yang kita dapat dan harap dari Allah Ta'ala, maka kita akan segera sadar bahwa, amal yang paling kita butuhkan adalah bertobat dan banyak-banyak beristighfar. Karena dengan perbandingan itu kita akan mengetahui betapa kecil, kerdil dan tak sebandingnya amal-amal kita itu di hadapan nikmat-nikmat besar, agung dan tak te...rbilang yang menjadi pembanding.

Minimal ada empat hal atau faktor pembanding, dimana seistimewa apapun amal seseorang, tidak akan ada apa-apanya bila dibandingkan dengan satu faktor saja diantaranya, bagaimana dengan keempat-empatnya?

Jumat, 30 Maret 2012

+PLUS -MINUS POTENSI DIRI

Oleh : Ustadz Ahmad Mudzoffar Jufri
Allah sengaja membedakan pembagian potensi diri diantara hamba-hamba-Nya. Baik itu tentang potensi plus, yakni potensi kelebihan, keunggulan atau kekuatan. Maupun terkait potensi minus, yaitu potensi kekurangan atau titik kelemahan. Dan itu juga baik dalam hal bidang potensi, maupun dalam tingkatan masing-masing.
Yang demikian, agar antar para hamba Allah yang berbeda-beda bidang dan tingkat potensinya, terjadi kondisi saling melengkapi, saling memahami dan saling kerja sama. Dan memang hanya dengan sunnatullah itulah hidup ini bisa berlangsung dengan baik dan normal. Kita tidak bisa membayangkan, bagaimana hidup bisa berjalan, andai yang diberikan oleh Allah kepada semua hamba-Nya adalah potensi kekayaan saja misalnya, tanpa ada orang miskin? Atau sebaliknya, dibuat berpotensi miskin semua, tanpa ada yang kaya?

Sabtu, 17 Maret 2012

KARENA BUKAN KAKEK SAYA !

Oleh : Ust. Ahmad Mudzoffar Jufri
(Seri Kisah Hikmah)

Alkisah, tersebutlah seorang pemuda yang dikenal dengan kepandaian, kecerdasan, keluasan wawasan dan kestabilan pribadinya. Ia bahkan biasa menjadi rujukan khususnya bagi teman-teman sebayanya. Sampai datang suatu hari, dimana sang pemuda istimewa dirundung duka yang sangat mendalam. Kakeknya yang sangat berarti dalam hidupnya, sangat dicintai dan sangat dimuliakannya, meninggal dunia secara mendadak. Iapun serta-merta berubah. Dan hampir total. Yakni menjadi pemurung, seakan telah kehilangan semangat dan gairah hidup. Sehingga tentu saja tak lagi mampu memberikan inspirasi dan motivasi kepada orang lain, seperti yang biasa dilakukannya sebelumnya. Karena pikiran dan kecerdasannya seolah-olah telah menjadi tumpul dan “buntu”. Bahkan dia yang kini justru sangat membutuhkan inspirasi dan motivasi itu dari orang lain. Disinilah dan dalam kondisi serta situasi seperti inilah, peran teman dan sahabat begitu dibutuhkan, dan bisa jadi justru demikian vital.

Jumat, 09 Maret 2012

KHASIAT DZIKIR

Dalam kitabnya “Al-Wabil Ash-Shayyib”, Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan lebih dari 70 fadhilah, keutamaan dan hasiat ibadah dzikir. Dan berikut ini sebagiannya:

1. Dzikir membuahkan cinta dan ridha Allah‘Azza wa Jalla. Dan sekaligus menjadikan ahli dzikir juga dicintai, disayangi dan diterima oleh manusia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya): “Apabila Allah Ta’ala mencintai seorang hamba, maka Dia memanggil Jibril, dan disampaikan kepadanya bahwa, Allah telah mencintai si-A, maka cintailah dia olehmu. Lalu Jibril-pun mencintainya juga. Selanjutnya Jibril berseru kepada para penghuni langit (para malaikat) bahwa, Allah telah mencintai si-A, maka cintailah dia oleh kalian. Sehingga yang bersangkutan dicintai pula oleh para malaikat penghuni langit. Dan akhirnya, ditetapkanlah (sebagai buah dan efeknya), penerimaan terhadapnya di muka bumi” (HR. Muttafaq ‘alaih).

Minggu, 26 Februari 2012

DZIKIR-DZIKIR SPESIAL

Oleh : Ust. A. Mudzoffar Jufri

Pada hakekatnya, setiap lafal dzikir ma’tsur dari Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah spesial. Karena dzikrullah secara umum memang merupakan salah satu bentuk amal ibadah spesial. Sampai-sampai, karena saking spesialnya, ia dapat berfungsi sebagai penutup kekurangan dan pengganti (dari aspek nilai dan pahala, bukan secara hukum) bagi ibadah-ibadah lain yang terlewatkan penunaiannya.

AMAL-AMAL PENGHAPUS DOSA:

Oleh : Ust. Ahmad Mudzoffar Jufri

Disadari atau tidak, yang jelas dan pasti bahwa, beban terbesar dan terberat dalam diri dan hidup setiap kita, adalah kemaksiatan-kemaksiatan dan dosa-dosanya yang menggunung. Allah Ta’ala berfirman yang ditujukan secara khusus kepada Baginda Sayyidina Rasulillah shallallahu ‘alaihi wasallam (yang artinya): “Dan (bukankah) telah Kami lepaskan darimu (beban) dosamu, yang memberatkan (membebani) punggungmu” (QS. Al-Insyiraah: 2-3).

Rabu, 22 Februari 2012

7 KISAH DAHSYATNYA DOA ULAMA SALAF (SERI KEAJAIBAN DOA)

KISAH 1: GARA-GARA TIDAK MAU JADI HAKIM AGUNG
Khalifah Al-Musta’in Billah (salah seorang khalifah era Bani Abbasiyah) pernah mengirim utusan untuk memanggil Imam Nashar bin Ali rahimahullah (salah seorang ulama zaman itu), yang akan diangkatnya sebagai hakim agung kekhalifahan. Maka Abdul Malik wali kota Bashrah, dimana sang imam tinggal, mengundang dan mendorong beliau agar memenuhi kehendak Khalifah. Imam Nashar berkata kepada Wali kota: Izinkan aku pulang dulu untuk beristikharah kepada Allah Ta’ala. Kemudian beliaupun pulang pada tengah hari, dan saat sampai rumah beliau langsung melakukan shalat dua rakaat, lalu berdoa: Ya Allah, jika memang ada kebaikan di sisi-Mu yang telah Engkau sediakan untukku, maka wafatkanlah aku untuk menghadap-Mu. Sejenak berikutnya beliau lalu tertidur. Namun saat hendak dibangunkan (untuk shalat asar), didapati ternyata beliau telah jadi mayat! Subhanallah!
(Siyaru A’lamin Nubala’ oleh Imam Adz-Dzahabi, jilid 12: hal. 136).

Jumat, 17 Februari 2012

AJAIBNYA DOA SEORANG AYAH

(SERI KEAJAIBAN DOA)

Sebagaimana telah disampaikan sebelumnya bahwa, doa ayah ibu untuk anaknya, berupa doa baik ataupun doa buruk, adalah termasuk doa yang mustajab.
Dan kisah berikut ini, disamping merupakan salah satu pembuktian akan kebenaran hadits Nabi SAW, sekaligus menjadi pelajaran berharga dan peringatan penting bagi setiap orang tua, agar tidak gampang mengeluarkan kata-kata negatif terhadap anaknya, karena bisa menjadi doa buruk yang terkabulkan atas anak kesayangan, meskipun semula ucapan tersebut tidak benar-benar diniatkan sebagai doa yang serius!

Dengan wajah penuh kesedihan dan penyesalan, seorang ayah bertutur:

TIDAK BERDZIKIR BERARTI “MATI” !

Oleh. Ust. Ahmad Mudzoffar Jufri

Istilah dzikrullah (berdzikir kepada Allah) memiliki dua makna, yang kedua-duanya diperintahkan untuk kita penuhi. Yaitu: dzikrullah dengan arti: mengingat Allah, dan yang kedua: dzikrullah dengan makna: menyebut Allah melalui Nama-Nama dan Shifat-Shifat-Nya, serta bukti-bukti keagungan dan kemuliaan-Nya, dalam konteks pujian, pengagungan dan pentauhidan. Dzikrullah dengan arti pertama bisa semakna dengan muraqabatullah (menyadari, mengingat dan memperhatikan pengawasan Allah), yang merupakan esensi dari derajat ihsan, sebagaimana dalam hadits Jibril ’alaihis-salaam:
Dia (Jibril as.) bertanya, 'Kabarkanlah kepadaku tentang ihsan itu apa? ' Beliau (Rasulullah SAW.) pun menjawab: "Kamu beribadah kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, dan jika kamu tidak bisa melihat-Nya, maka (ketahuilah) sesungguhnya Dia melihatmu" (HR. Muslim dari ‘Umar bin Al-Khaththab ra.).

Selasa, 14 Februari 2012

KEAJAIBAN ISTIGHFAR


Ibnu Shubaih bercerita:
Seorang lelaki mengadukan musim paceklik kepada Imam Al-Hasan Al-Bashri, maka beliau berkata kepadanya: Beristighfarlah kepada Allah!
Sedangkan lelaki kedua mengeluhkan kefakiran kepada beliau, dan beliaupun menasehatinya: Bersitighfarlah kepada Allah!
Lalu orang ketiga datang kepada beliau seraya berkata: Tolong doakan saya agar Allah mengkaruniakan ana...k kepada saya. Dan beliaupun tetap menganjurkannya dengan berkata: Beristighfarlah kepada Allah!

KEAJAIBAN ISTIGHFAR: KISAH 1


Dikisahkan bahwa, sekali waktu Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah bepergian untuk suatu keperluan sampai kemalaman di sebuah kampung. Karena tidak ingin merepotkan siapapun, beliaupun mampir ke sebuah masjid kecil untuk shalat sekaligus berniat bermalam disana. Seusai shalat dan ketika hendak merebahkan tubuh tua beliau di masjid kecil tersebut guna melepaskan sedikit kepenatan malam itu, tiba-tiba sang penjaga masjid datang dan melarang beliau tidur di dalamnya. Sang penjaga tidak mengetahui bahwa, yang dihadapainya adalah seorang ulama besar. 

KEAJAIBAN ISTIGHFAR: KISAH 2


Imam Ibnul Qayyim berkisah: Aku sering menyaksikan Syaikhul Islam (Ibnu Taimiyah) - semoga Allah mensucikan ruhnya -, ketika menghadapi masalah-masalah yang berat dan sulit, beliau selalu cepat-cepat bertobat kepada Allah, memperbanyak istighfar, beristighatsah kepada Allah, bersandar kepada-Nya, mengharap turunnya kebenaran dari-Nya, dan memohon dibukakannya simpanan-...simpanan rahmat-Nya.

KEAJAIBAN ISTIGHFAR: KISAH 3


Ini kisah kontemporer dari negeri Kuwait. Terjadi pada suami istri ber-kun-yah Abu Yusuf dan Ummu Yusuf. Disampaikan langsung oleh sang suami kepada Syaikh Khalid As-Sulthan, seorang syeikh asal Kuwait juga, seusai beliau menyampaikan ceramah tentang fadhilah istighfar, di Mekkah pada suatu musim haji.

KEAJAIBAN ISTIGHFAR: KISAH 4


Seorang suami bercerita: Selepas setiap pertengkaran dengan istri, biasanya aku langsung beranjak untuk pergi meninggalkannya dan meninggalkan rumah sekaligus. Tentu saja dengan kondisi hati yang penuh amarah dan emosi.
Namun sebelum kaki ini melangkah lebih jauh, tepatnya sebelum melewati gerbang apartemen, terjadilah hal yang aku rasakan sangat aneh sekali.

LAKUM DINUKUM WA LIYADIN (FIQIH TOLERANSI)

Oleh : Ust. A. Mudzoffar Jufri

Islam adalah agama yang paling toleran terhadap agama lain
Ayat-ayat Al-Qur'an, Sunnah Rasul SAW. dan sejarah adalah bukti riil
Contohnya Surah Al-Kafirun yang merupakah surah paling "keras" dan tegas terhadap para pemeluk agama lain dengan panggilan vulgar "Ya ayyuhal kafirun"

KEAJAIBAN ISTIGHFAR: KISAH 5


Aku berusia 30 tahun saat suamiku wafat dengan meninggalkan lima orang anak, laki-laki dan perempuan, yang masih kecil-kecil. Semasa hidupnya, suamilah tulang punggung nafkah keluarga sepenuhnya. Sedangkan aku menjalankan tugas utamaku sebagai istri dan ibu rumah tangga.
Meskipun pendapatan suami pas-pasan, tapi kami merasa cukup dan tidak merasa ada yang kurang. Hidup kamipun terasa begitu bahagia dan indah.

KEAJAIBAN ISTIGHFAR: KISAH 6

Dr. Khalid Jubair, seorang dokter spesialis jantung, bercerita tentang pengalaman pribadi bahwa, suatu kali beliau terancam dipecat atau dipensiun dinikan dari pekerjaan, karier dan posisinya, gara-gara kedengkian, permusuhan, dan persekongkolan lima orang dokter kolega yang bekerja dan bertugas di rumah sakit yang sama.
 

KEAJAIBAN ISTIGHFAR: KISAH 7

Oleh : Ust. A. Mudzoffar Jufri

Hatinya selalu diselimuti kesedihan dan kepedihan. Pikirannya semrawut dan kacau. Keceriaan dan kebahagiaan telah enyah dari kehidupannya. Hari-harinya terasa begitu berat dan kelam. Dan itu semua terjadi setelah suaminya tiba-tiba berubah total 180 derajat. Setelah beberapa tahun bersama di bawah satu atap sebagai suami istri dengan kehidupan yang cukup tenang, damai, bahagia dan ceria. Dimana selama itu sang suami adalah seorang yang baik, lembut, dan penyayang. Tapi tiba-tiba saja ia berubah menjadi suami yang kasar, bengis dan ringan tangan. Hampir tidak ada hari yang dilewati istri tanpa kekerasan dan pukulan yang diterimanya dari suami.

KEAJAIBAN ISTIGHFAR: KISAH 8

Oleh : Ust. A. Mudzoffar Jufri

Soal jodoh dan pernikahan adalah masalah yang paling mendominasi perhatian dan pemikiran umumnya gadis yang telah cukup umur dan siap menikah. Disamping karena memang begitulah fitrahnya, juga itulah materi pertanyaan dan bahan "interogasi" yang hampir selalu diajukan oleh berbagai pihak kepada setiap gadis yang dinilai "sudah waktunya", lebih-lebih jika usianya dianggap telah masuk kategori "tertinggal kereta", karena sudah memasuki masa usia "kritis" bagi seorang gadis!