Islam datang dengan 2 pesona; pesona
kebenaran yang abadi dan pesona manusia muslim yang temporal. Dan pada
setiap momentum sejarah di mana kedua pesona itu bertemu, Islam selalu
berada di puncak kekuatan dan kejayannya. Akan tetapi, itulah masalah
Islam saat ini. Ia memang tidak akan pernah kehilangan pesona
kebenarannya, karena kebenarannya bersifat abadi. Namun, ia kini masih
kehilangan pesona manusianya.
Halaman
Ngetop Abizzz...
-
Jakarta Sekretaris FPKS yang juga anggota Komisi VIII DPR Abdul Hakim sepakat dengan Ketua MUI Khalil Ridwan ...
-
Jakarta Partai Demokrat (PD) menunjukkan sikap melunak kepada PKS dengan tak lagi mengusir PKS dari koalisi. Apa alasannya? "Melun...
-
Wasekjen Partai Keadilan Sejahtera Mahfudz Siddiq Jakarta - Wakil Sekretaris Jen...
-
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menyatakan masih kekurangan tenaga Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kekurangan itu disinyalir sejak a...
-
BOGOR -- Hampir empat jam pertemuan para petinggi partai koalisi di Cikeas, tetapi tak ada keputusan pasti mengenai kesepakatan dalam mengu...
-
JAKARTA - Entah apa yang menjadi alasan aparat Brimob yang tiba-tiba menyerang markas HMI Jakarta di kawasan Cilosari 17, Ci...
-
Oleh : Cahyadi Takariawan “ He tangi, tangi …. Iku bosmu sido ndaftar Gubernur Jakarta !” suara melalui handphone itu demikian keras d...
-
Sangat banyak sekali pertanyaan-pertanyaan mantan kader PKS yang “out” dari kepartaian, namun dari beberapa pertemuan dan rangkaian an...
-
Amien Rais JAKARTA -- Ketua Majelis Pertimbangan PAN, Amien Rais, menolak mengomentari soal...
Jumat, 20 Mei 2011
Selasa, 03 Mei 2011
PKS Partai Dakwah, dari dulu dan akan tetap begitu
Yg kami harapkan ke istiqamahan nya dalam perjuangan Pks... Dgn tetap di jalur dakwah dan tarbiyah.. (comment on FB. baru saya baca pagi ini)
...
Mungkin tidak ada media (eksternal) yang mewartakan sibuknya PKS setiap saat dalam kerja-kerja Da'wah dan Tarbiyah baik untuk kalangan kader (internal) maupun masyarakat (eksternal). Yang ada adalah hiruk pikuk sensasi politis yang laris manis bagi media pengais rupiah. Itulah pekerjaan mereka (media), dan biarlah mereka bekerja spt itu. Itu urusan mereka. Lantas apa pekerjaan kita (PKS)?
Langganan:
Postingan (Atom)

