Halaman
Ngetop Abizzz...
-
Jakarta Bukan hanya politisi PDIP Rieke Diah Pitaloka saja yang cuap-cuap lantang menyerukan penolakan penaikan BBM. Politisi PKS, Indra,...
-
Pembina Federasi Operasi Pedagang Pasar Indonesia (FOPPI) Sholahuddin Wahid alias Gus Sholah, menyampaikan apresiasi tinggi kepada...
-
Ditengah bertaburnya para bintang sepak bola, tidak menyangka diantara mereka ternyata banyak ya...
-
Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto memberikan apresiasi dan memberikan dukungan atas naiknya Harga Pembelian Pemerin...
-
Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail PKS Tambakrejo DEPOK---Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menggunakan seped...
-
Kehadiran 10 warga Indonesia dari kalangan politisi dan pengusaha ke perayaan ulang tahun negara penjajah Zionis Israel pada K...
-
vivanews PKS Tambakrejo Dua anggota perguruan bela diri Kera Sakti tewas mengenaskan dan seorang lainnya kritis saat mengiku...
-
Solo- Inilah photo pimpinan preman Iwan walet ( muslimdaily.net) yang pada hari kamis(3/5/12) menjadi otak penyerangan terhadap anggota L...
-
tribunnews Nahrowi (17), warga Koja, Tanjungpriok, korban penusukan geng bermotor. JAKARTA - Anggota Panitia Khusus (Pansus) RUU...
-
Calon Gubernur DKI Jakarta, Hidayat Nur Wahid, berdiri di depan rumahnya yang kebanjiran di kawasan Kemang Selatan IV, Selasa (3/...
Sabtu, 24 Maret 2012
Komisi C DPRD Bojonegoro Nilai Disdik Tidak Punya Masterplan Jelas
Bojonegoro (beritajatim.com) - Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro menilai banyaknya Silpa anggaran pembangunan di badan Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Bojonegoro membuat Dana Alokasi Khusus(DAK) tahun 2010-2012 belum bisa terlaksana dengan baik. Belum terlaksananya DAK selama ini disebabkan karena Disdikda belum mempunyai masterplan yang baik.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Nuswantoro mengatakan, banyaknya program yang belum terealisasi ini disebabkan karena adanya perubahan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis). "Dulu swakelola dan sekarang harus melalui tender," katanya saat ditemui di kantor DPRD Bojonegoro.
DAK yang belum terlaksana itu meliputi, tahun 2010, menyisakan proyek pengadaan buku Rp 9,5 Miliar, alat peraga Rp 6 Miliar dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Rp 2,5 Miliar. Sedangkan ditahun 2011 lebih memprihatinkan. Mulai dari fisik senilai Rp 34,9miliar, alat peraga Rp 7,2miliar, buku Rp 7,2miliar, dan TIK Rp 3,5miliar. "Tahun 2011 ini pekerjaan terlalu mepet karena harus tutup tahun dan terpaksa tender ulang," ujar pria yang juga sebagai wakil ketua DPC PDI P tersebut.
Dan di tahun 2012, tambahnya, DAK untuk pembangunan fisik Rp 4miliar dan peningkatan mutu Rp 1miliar. Dana rehab ruang selain DAK, Disdikda juga masih menyisakan dana dari bagi hasil migas senilai Rp 6miliar dan Dana Alokasi Umum (DAU) senilai Rp 4,5miliar. "DAK di Dinas Pendidikan ini yang terealisasi baru perpustakaan," tuturnya.
Dengan tiga tahun DAK yang belum terealisasi ini menjadi pekerjaan yang berat bagi Dinas Pendidikan untuk menyelesaikan semuanya pada tahun 2012 nanti. Padahal buku, alat peraga dan lainnya masih proses tender. Sehingga diharapakan ada kebijakan dari eksekutif untuk proyek yang sifatnya penunjukan langsung maupun pemilihan langsung oleh SKPD terkait.
"Dengan menumpuknya anggaran itu tentu akan menjadi tugas bagi Dinas Pendidikan untuk melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan proyek yang ada selama tiga tahun harus masuk diselesaikan ditahun 2012 ini," harapnya.
Sehingga, Disdikda harus memiliki masterplan yang jelas, sehingga ditahun 2013 nanti dapat menyelesaikan pada persoalan lain. Pihak DPRD akan mendukung program DAK selesai tahun 2012. Sehingga, tidak ada lagi Silpa pada tahun 2013. "Kita juga akan mendorong mereka untuk melakukan sebaik mungkin, dan kalau tidak bisa akan kita panggil siapa yang tidak becus untuk melaksanakan ini," tegasnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar