Ket: Hijau=Waktu Indonesia Timur (WIT), Kuning=Waktu Indonesia Tengah (WITA), Merah=Waktu Indonesia Barat (WIB). wikipedia.org ...
Senin, 19 Maret 2012
PKS Desak Menkes dan Menteri BUMN Cegah Kenaikan Harga Obat Generik
Kenaikan harga BBM biasanya akan memicu
kenaikan harga bahan pokok lainnya termasuknya harga obat generik
esensial yang banyak di gunakan kalangan masyarakat menengah kebawah. Sebelumnya
Meneg BUMN (15/03) berjanji tidak akan menaikkan harga obat generik
yang diproduksi oleh BUMN. Namun justru berbanding terbalik dengan
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menetapkan kenaikan harga obat
sebesar 6–9 persen (18/3). “Menteri Kesehatan seharusnya bisa
kompak dengan Menteri BUMN untuk mencegah kenaikan Harga Obat Generik,
kenapa kebijakannya berbeda satu sama lain?” kata anggota Komisi IX DPR
RI dari Fraksi PKS Herlini Amran dalam rilis yang diterima itoday, Senin (19/3).
Sebelumnya
Dirjen Binafar dan Alkes Kemenkes juga telah berjanji akan
mengendalikan harga obat generik jelang kenaikan BBM yang volumenya
menguasai 40 persen peredaran obat di masyarakat, “Tapi kenapa justru
Kemenkes malah menaikkan harga obat generik?” heran Herlini yang juga
anggota Pokja Kesehatan.Herlini mendesak Kemenkes untuk dapat
menjamin bahwa berapa pun penyesuaian harga obat generik kedepan tidak
akan membebani pasien Jamkesmas dan Jamkesda. “Karena itu revisi plafon
pembiayaan Jamkesmas/Jamkesda harus dijamin akan beropersional di
lapangan, dan mampu diterima penyelenggara jaminan kesehatan di semua
daerah,” ujarnya.
“Kemenkes harus menjamin harga obat generik
dipasaran sesuai dengan HET, dan menertibkan apotek/faskes yang menjual
obat generik kepada masyarakat umum di atas HET,” kata anggota DPR asal
Kepulauan Riau ini.
Herlini juga meminta Kemenkes untuk serius
menyusun strategi pemenuhan obat generik nasional untuk menyongsong
BPJS Kesehatan melalui penguatan bahan baku dan kapasitas produksi obat
generik, dan pengontrolan penggunaan obat generik di faskes. “Jangan
sampai penyesuaian harga obat generik sekarang berimplikasi negatif
terhadap skema biaya kesehatan yang dilaksanakan BPJS kelak” ujarnya.
“Setiap
keputusan Kemenkes menaikan harga obat generik sesungguhnya bukan
solusi cerdas yang pro-rakyat, melainkan reaksi tambal sulam karena
ketidakmampuan Pemerintah merealisasikan ketahanan obat nasional,”
pungkas Herlini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar