Ket: Hijau=Waktu Indonesia Timur (WIT), Kuning=Waktu Indonesia Tengah (WITA), Merah=Waktu Indonesia Barat (WIB). wikipedia.org ...
Senin, 13 Februari 2012
2 DOA + 1 KEJUJURAN = NIKAH PENUH BERKAH
(SERI KEAJAIBAN DOA)
Imam Ibnu Rajab dan lainnya menuturkan kisah unik berikut ini.
Sekali waktu pernah ada seorang laki-laki ahli ibadah di Mekkah, yang
kehabisan bekal, sampai mengalami kelaparan yang dahsyat, bahkan hampir
binasa karenanya. Dan saat menyusuri salah satu jalan di Kota Suci,
dengan kondisinya yang memprihatinkan tersebut, tiba-tiba ia melihat
sebuah kalung yang tampak sangat berharga tergeletak di jalan yang
dilewatinya. Iapun memungutnya dan membawanya ke Masjidil Haram. Tak
dinyana ternyata disana ia bertemu dengan seorang lelaki tua yang
sedang mencari-cari kalung putrinya yang hilang. Ia berkata: Bapak
tersebut lalu menyebutkan ciri-ciri kalung yang dicari-carinya itu, dan
ternyata persis sesuai dengan yang kutemukan. Maka tanpa ragu akupun
langsung menyerahkannya kepadanya. Dan tanpa mengambil imbalan apapun
darinya. Hanya saja saat itu aku sempat berdoa: Ya Allah sesungguhnya
aku telah melepaskan kalung ini (dengan menyerahkannya tanpa imbalan
kepada pemiliknya) dengan ikhlas demi Engkau. Maka karuniakanlah
kepadaku pengganti yang lebih baik! Selanjutnya dikisahkan bahwa,
sang lelaki saleh dan jujur tersebut kemudian ditaqdirkan ikut dalam
sebuah pelayaran di laut lepas.
Dan karena saat itu angin sedang
kencang-kencangnya, maka badai dan ombak besarpun mengombang-ambingkan
dan menggulung perahu yang ditumpanginya. Sampai akhirnya perahupun
pecah dibuatnya. Namun Allah masih berkehendak untuk menyelamatkannya
dengan perantaraan sebatang kayu dari pecahan perahu, yang lalu
dinaikinya sambil berenang, sebelum akhirnya ia terdampar di pantai
sebuah pulau. Ia naik ke daratan pulau terpencil tersebut. Ia berkata:
Alhamdulillah ternyata aku langsung menemukan sebuah masjid disana. Aku
masuk dan duduk di dalamnya, serta tentu saja lalu ikut shalat
berjamaah bersama masyarakat di masjid itu. Kemudian seusai shalat, aku
mendapati lembaran-lembaran mushaf Al-Qur’an. Aku mengambilnya dan
membacanya. Sehingga para jamaahpun berkata kepadaku: Maukah Engkau
mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak kami? Tentu saja aku terima
tawaran mereka dengan senang hati. Akhirnya aku mengajari anak-anak
mereka itu membaca Al-Qur’an dengan sedikit imbalan upah. Lalu ketika
tahu bahwa aku juga bisa menulis khath dengan baik, merekapun memintaku
untuk sekaligus mengajarkan tulis menulis khath kepada putra-putra
mereka. Dan yang benar-benar tak kuduga sama sekali sebelumnya
adalah tawaran mereka berikutnya. Mereka berkata: Disini ada seorang
gadis yatim, putri seorang lelaki saleh dan baik dari warga kami.
Ayahnya telah wafat, sehingga sang gadis piatupun kini bak hidup
sebatang kara. Maksud kami, bersediakah Engkau menikahinya? Dan untuk
tawaran tak terduga yang satu ini bahkan hampir tanpa perfikir akupun
langsung menyanggupinya seraya berkata: Ya baiklah, tidak apa-apa, saya
bersedia. Dan singkat cerita, akupun kemudian menikah dengan sang
gadis.
Dan sejurus saat pertama kali kami berkumpul bersama
sebagai suami istri, aku sempat kaget demi melihat kalung yang
kutemukan di Mekkah dulu itu ternyata melingkar indah di leher istriku.
Aku bertanya: Bagaimana ceritanya? Maka istripun mennyampaikan kisah
bahwa, kalungnya itu pernah sempat hilang di Mekkah, lalu ditemukan
oleh seorang laki-laki baik hati dan jujur, yang menyerahkannya kembali
kepada bapaknya. Istri juga bercerita dan berkata: Kala itu Bapak juga
sempat berdoa kepada Allah agar dipertemukan lagi dengan lelaki penemu
kalung tersebut, untuk dinikahkan dengan putrinya, yang tidak lain
adalah aku. Disini sang suami serta merta menimpali: Dan tahukah kamu
bahwa, lelaki itu tiada lain adalah aku sendiri..! Subhanallah..!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar